Tampilkan postingan dengan label Omongan Sesat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Omongan Sesat. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juni 2014

Cara Ampuh Menghadapi Ketakutan




Kebanyakan manusia cenderung memiliki sifat takut dan tidak berani mencoba hal yang baru. Hal seperti itu wajar, karena bagi sebagian orang tidak mau mengambil resiko bagi dirinya. Mereka cenderung melakukan hal yang sudah pasti karena tidak mau kalah dengan POM Bensin yang berslogan Pasti Pas. Tapi bagaimana ketika suatu saat dihadapkan pada sebuah situasi dimana kita harus menghadapi sesuatu yang baru dan tidak jelas apakah baik buat kita atau tidak? 



Saat itu gue masih bersekolah di SD Sleman 1. Saat SD, jarak rumah dan tempat gue sekolah sangat dekat. Cukup dengan berjalan kaki beberapa menit, sudah sampai ke sekolah. Sekolah yang berdekatan dengan rumah itu membawa banyak keuntungan, selain tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ke sekolah, kita juga bisa menghemat uang. Mengapa? Karena ketika anak-anak lain saat istirahat pada berbondong-bondong jajan dan makan, gue memilih pulang untuk makan. Sehingga uang saku gue waktu itu utuh. Selain itu, gue tipe orang yang enggak bisa boker dan pipis di sembarang tempat walaupun itu di WC umum. Ada perasaan kurang nyaman ketika melakukan hal itu di tempat lain selain WC yang biasa digunakan di rumah. Maka karena rumah yang dekat dengan sekolah, ketika kebelet gue memilih pulang ke rumah untuk buang hajat di WC rumah daripada harus bersemedi di WC sekolah.



Beberapa hal tadi sudah membuat gue nyaman, tapi ketika lulus dari SD, gue dihadapkan pada situasi dimana gue harus jauh-jauhan dari rumah. Karena setelah lulus SD, gue melanjutkan sekolah di SMP N 1 Sleman yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Untuk berangkat dan pulang sekolah, gue enggak bisa jalan kaki lagi. Dan yang pasti gue harus belajar menahan boker dan pipis selama mungkin karena gue enggak mungkin bisa nyaman boker di WC sekolah maka moment itu harus gue tahan sampai saat sampai di rumah.



Untuk berangkat dan pulang sekolah, gue harus naik angkot. Bisa saja gue minta anter jemput Bapak tapi karena Bapak sibuk maka gue diminta apa-apa sendiri. Sebutan untuk angkot yang gue naiki adalah Joktem. Artinya yaitu Jogja-Tempel, singkatan nama jurusan angkot tersebut. Saat pertama kali berangkat sekolah naik angkot gue enggak bisa tidur malamnya. Gue bayangin macem-macem hal menakutkan yang bisa terjadi saat naik angkot.


Pertama, naik angkot itu ngeri kalau dompet lo kecopetan. Mau bayar pakai apa kalau uang semuanya lenyap bersama dompet itu? bisa-bisa gue ditendang saat angkot itu berjalan dengan kecepatan tinggi. Ngeeeeeeeeeng gubrak. Mati.



Kedua, naik angkot itu ngeri kalau lo ketiduran. Karena saat pagi hari berangkat sekolah adalah waktu dimana semua orang masih ngantuk-ngantuknya. Lo tertidur, tiba-tiba terbangun, kemudian tersadar sekolahnya sudah terlewat, maka lo teriak,”Bang, kiriii…” Abangnya menjawab, “@$#%#..” dengan bahasa asing yang lo enggak ngerti artinya. Setelah lihat map di smartphone ternyata lo udah sampai Uganda.



Ketiga, naik angkot itu ngeri ketika lo sebangku dengan om-om pedofil. Bayangin, lo lagi duduk dengan manis-manisnya ngeliat pemandangan dari kaca jendela Joktem. Lo bernyanyi kecil menyambut pagi yang cerah memakai pakaian seragam putih biru khas SMP-mu, dengan celana pendeknya yang ketat kayak hot pant. Sebelah lo ada om-om yang merhatiin lo terus. lo ge er, kemudian terbuai dan tiba-tiba duaaaak! kepala lo dipukul dari belakang. Lo pingsan, dan ketika tersadar celana lo sudah raib entah kemana. Ngeriiiii,…



Keempat, naik angkot itu ngeri ketika lo se-angkot dengan preman. Bayangin ketika lo nyetop angkot dan masuk dengan tegasnya. Ketika menjejakkan kaki pertama di angkot itu, puluhan pasang mata bengis menatap setiap gerak gerik lo.



Gue mikir hal-hal tersebut sampai gue tertidur. Keesokan harinya, setelah semuanya siap dengan diselingi wejangan Mamah untuk hati-hati dan ngingetin jangan sampai ada yang tertinggal, gue pun berangkat ke pangkalan dengan gemetaran. Setelah sampai ke pangkalan, tidak berapa lama angkot Joktem yang gue tunggu datang. Melihat wujudnya dari luar, gue semakin yakin tentang bayangan gue tadi malam. Gue lambaikan tangan tapi kemudian gue lari karena takut, tapi angkot itu malah ngejar. Gue lari, dia ikut lari. Akhirnya gue nyerah dan pasrah. Saat itu bayangan gue di dalam angkot sudah dipenuhi preman, copet, om pedofil dan sejenisnya. Kemudian gue ngelongok ke dalam untuk mencari tahu seberapa banyak mereka, tapi ternyata di dalam hanya dipenuhi anak-anak sekolahan semua. Gue ngeliat banyak cewek berseragam putih biru kayak gue. Gue ngeliat lama cewek-cewek itu dari ujung sepatu sampai rambutnya, enggak kerasa air liur gue menetes deras. Tak berpikir lama, gue pun buru-buru masuk angkot itu, menikmati desak-desakan dengan cewek-cewek cantik tersebut.



Saat gue merem melek menikmatinya, tiba-tiba angkot berhenti, ternyata angkot sudah sampai ke tujuan sekolah gue. Gue pun turun dari angkot dengan kecewa, kenapa secepat itu. Akhirnya gue sampai di sekolah baru, SMP N 1 Sleman. Gue lulus naik angkot untuk pertama kalinya dan gue bersyukur bisa menghadapi ketakutan gue.



Ternyata naik angkot tidak sengeri yang dibayangkan. Tinggal nyetop, naik, duduk, bayar, turun. Gue belajar satu hal, bahwa jangan sampai ketakutan menghalangi jalan lo. Apa yang belum kita hadapi emang menakutkan kalau dibayangkan, tapi belum tentu hal yang menakutkan itu merugikan kita. Untuk beberapa hal, kita harus berani mengambil resiko. Apakah nantinya itu akan merugikan atau menguntungkan kita, ketika kita sudah meyakinkan diri, maka hadapilah. Karena tidak ada cara paling ampuh melawan ketakutan selain menghadapi ketakutan itu sendiri.




Selasa, 13 Mei 2014

..........


Cinta itu simple,
Siapapun kamu atau dia..
Apapun kamu atau dia..
Dimana pun kamu atau dia..
Bagaimanapun kamu atau dia...
Selalu merasa bahagia ketika bersama

Senin, 12 Mei 2014

Kenapa Gue Harus Galau?



Pernah gak sih kalian ngrasain ketika mood kalian benar-benar berantakan? Ngerasa lagi ada di jurang gelap sendirian? Hawanya pengen deket-deket dengan sumur? Atau ngliat obat nyamuk cair kayak liat es jeruk yang segar? Gue pernah.

Dan itu sangat menyesakkan. Ketika ngrasain kayak gitu gue suka yang namanya mengurung di kamar, menyendiri. Ya, hari itu gue ngerasa penat sekali, galau. Dan sepertinya harus beratus-ratus tahun di dalam kamar dulu biar bisa menemukan namanya ketenangan. Ketika keluar dari kamar, alhasil sudah jenggotan dan beruban putih, dan orang rumah pun bingung plus kaget ngeliatnya. Ya itulah gue, gue tipe yang menyendiri dan gak pengen diganggu saat gue lagi penat atau lagi ada masalah. 
Seharian gue ngurung di kamar, tanpa makan pagi siang dan malam, hanya ngemil cemilan segunung.

Ketika menjelang malam, gue pengen keluar sendiri, entah kemana yang penting hati tenang. Gue pun ngeluarin motor dan berpetualang sambil nenteng sebatang cokelat silver queen dan sebungkus rokok, alih-alih makan cokelat biar stres ilang. Beratus-ratus kilo telah gue lalui dan gue belum nemu tempat yang menenangkan itu.  Gue nurutin aja ke arah mana motor ini berjalan. Suasana malam itu begitu sendu, gelap dan diiringi rintik gerimis hujan. Suasananya saat itu memang dapet banget feelnya buat menggalau. Tak terasa gue sudah sampai di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Di sana tempatnya ramai, banyak pengunjung baik tua muda, berdua atau rombongan tapi tidak ada yang sendirian kayak gue, mungkin.
Gue memutuskan mampir ke situ, sekedar menikmati makan cokelat yang sudah gue bawa. Gue pun muterin Alun-alun buat nyari spot yang tepat, gue inget sekali muterin alun-alun sampai 3x saat itu. Setelah nemu tempat yang tepat buat makan cokelat gue pun memarkir motor dan berjalan ke arah yang gue tuju. Tempat yang gue maksud ini dekat di pojok Alun-alun, tempat yang enggak gitu rame banget. Gue duduk di sebuah pot yang tanamannya dah mati. Sambil ngeliatin lalu lalang mobil masa depan yang lewat, gue makan cokelat.

Mobil-mobil yang lampunya "wow" bikin kerasa hidup di tahun 2050


Kemudian pandangan gue melihat ke arah Alun-Alun kembali. Yah hari ini gue emang penat. Banyak pikiran yang ada di otak. Sepertinya di dalam otak sono lagi ada perang otak, dimana dari negara otak A berkoalisi dengan negara yang sepaham kemudian perang melawan negara otak B dan koalisinya, jadilah perang otak yang ke sekian. Dan itu semua membuat gue kehilangan yang namanya semangat! Sangat tidak mengenakkan kehilangan semangat! karena mau ngapa-ngapain ya bakal enggak enak. Bahkan untuk ke depannya gue gak tahu bakal ngapain dan jadi apa. Gue ngerasain sendirian..... :(

Lamunanku buyar, ketika ada anak kecil cowok gendut sliweran di depan gue dengan enak, lari sono lari sini, jalan sini jalan sono di sekitar gue, aneh. Sedetik gue anggap itu biasa, semenit gue anggep masih biasa, setengah jam ini menjadi aneh. Ngapain sih ini bocah mengganggu saja. Ingin gue tegur, tapi badan ini tertahan di pot yang gue duduki, gue hanya ngliatin itu anak. Dan si anak itu gue gak tahu nyadar apa enggak tapi dia cuma celingukan sambil jalan di sekitaran gue. Tak lama kemudian matanya terlihat berbinar melihat ke arah gue eh bukan ke belakang gue. Gue lalu noleh ke belakang dan ngliatin ada cowok paruh baya, dan cewek paruh baya juga menggendong anak kecil. Si anak kemudian berlari mendekati mereka.

Mereka pun tersenyum dan si cewek bilang,"Syukurlah ketemu, tadi Ibu sama Bapak nyari kamu kemana-mana, kamu tadi lari-lari di tempat rame gini, kami  takut kamu diculik."
Si anak,"Iya iya, Maaf bu tadi keasyikan bermain"
Cowok,"Yaudah lain kali jangan gitu lagi ya. Yuk sudah malam kita pulang"
(sebenernya obrolan mereka pake bahasa jawa sih.hehe)

Mereka pun berlalu.

Oalah baru nyadar ternyata anak tadi terpisah dari keluarganya. Pantesan kok aneh, berlarian kayak orang bingung. Gue salut dia gak hanya berdiri dan nangis, tapi dia mencari juga.
Hmm kenapa gue baru menyadari hal ini. Tiba-tiba gue ngerasa kayak anak itu, keasyikan bermain sampai lupa dengan orang yang selama ini menyayangi gue, yang sebenarnya selalu ada di dekat gue. Gue tiba-tiba ngerasa gak sendirian lagi. Ya gue gak boleh berhenti begitu aja sekarang. Gue masih punya mereka.

Ini gue dengan bapak, ibu, adek, dan @aulyadwiw

Ini Gue dan @aulyadwiw
 
Gue dengan temen-temen SMP N 1 Sleman, saat reuni
Ini dengan temen-temen saat SMA di SMA N 1 Sleman

Ini dengan temen-temen gue kuliah di Jurusan Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM 

Ini dengan temen-temen KKN di Turi

Ini dengan temen-temen Sleta, IYM, Jack Umb dan warga RW 01 Iropaten


Gue pernah jatuh, memang sakit, tapi gue harus berdiri lagi. Karena berjuang itu adalah ketika kamu jatuh, kamu berdiri lagi, kamu jatuh lagi, kamu bisa berdiri lagi, kamu jatuh lagi, kamu bisa berdiri lagi, begitu seterusnya sampai kamu gak akan ngrasa sakit saat jatuh karena kamu sudah tahu cara untuk berdiri lagi. Sampai suatu saat kemudian tanpa sadar kamu telah bisa berdiri kokoh dan gak ada lagi yang bisa buat kamu jatuh.

Kenapa gue harus galau? Kalau di hati gue masih ada mereka? Semangat!

Sabtu, 10 Mei 2014

7 Tips Sesat Ngisi Waktu Nunggu Dipanggil Interview Kerjaan


Bagi para jobseeker sudah akrab sekali dengan foto model di atas begitu, berdasi, background foto merah atau biru, pake pakaian jas resmi dan tak lupa pasang tampang se-unyu mungkin. Kenapa begitu, ya ini bukan mengenai cari perhatian buat gebet cewek, tapi ini gebet yang namanya kerjaan.
Bagi jobseeker profesional, pasti sudah terbiasa dengan antri berpanas-panas buat masukin lamaran, ngerjain soal yang berjumlah ratusan tapi dikerjain dalam waktu satu detik, atau harus berdandan semenor mungkin biar yang mewawancari jadi tertarik. Dan perjuangan setelah itu belum selesai, berjuang mencari kerja yang lebih berat lainnya adalah yang namanya menunggu. Baik menunggu panggilan tes, menunggu pengumuman, menunggu panggilan tanda tangan kontrak dan menunggu kepastian yang ditunggu.
Dari beberapa tahap menunggu saat berjuang mencari kerjaan, bagi gue menunggu waktu untuk interview dengan tim HRD adalah waktu yang sangat menegangkan dan lamaaa. Padahal ketika dipanggil dan di interview hanya membutuhkan waktu yang tidak lama.

Tim HRD : "Oke silahkan masuk" (sambil ngeliatin)
Gue :"Terima kasih pak, selamat siang"(cengar cengir pamer gigi kuning)
Tim HRD :"Selamat siang, baik silahkan keluar lagi. Pengumumannya nanti akan dihubungi lewat sms atau telpon ya. Terima kasih" (sambil tutup mata karna silau liat gigi gue)
Dan seabad kemudian, masih belum ada pengumuman ataupun panggilan kerja.

Ya, menunggu interview emang lama dan hanya butuh sepersekian detik dari tim HRD buat nentuin kalian lolos atau tidak ke tahapan berikutnya. Jadi kali ini gue akan berbagi tips sesat agar tidak bosen saat nunggu interview.


1. Pastiin lagi nama kamu emang dipanggil buat interview
Sebelum kamu dengan pedenya nunggu pastiin lagi apakah kamu orang yang dimaksud itu.Akan sangat lucu ketika kamu udah nunggu berabad-abad di ruang tunggu tapi tidak dipanggil-panggil dan ketika kamu konfirmasi ke tim yang nginterview ternyata nama kamu gak ada di daftar.
2. Perhatiin lagi pakaianmu. 
Pakailah pakaian yang pantas pakai. Jika kamu ngelamar jadi pegawai bank, pake dasi, hem lengan panjang rapi dan celana panjang kain. Jika kamu ngelamar jadi anak band, pakailah pakaian yang mirip anak band contoh, kaos, jeans dan pernak pernik lainnya. Jika kamu ngelamar jadi artis bokep, itu sepertinya gak usah pakai pakaian alias telanjang aja itu sudah cukup. hehe.
3. Nunggu sambil dengerin lagu. 
Pasti nih ketika nunggu dipanggil interview yang lama dan ngebosenin kamu pasti mati gaya. Maka dengerin lagulah jawabannya. Pasang headset jangan speaker aktif, kemudian dendangkan lagunya. Kalau perlu biar terlihat menghayati lagunya kamu sambil joget-joget guling guling ke sana kemari. Alhasil kamu jadi fresh dan ikut mengintimidasi peserta lain.
4. Ngobrol dengan peserta lain. 
Biar gak kerasa waktu yang lama, kamu bisa ngobrol dengan peserta lain. Ngobrol gak perlu yang berat-berat yang penting itu bisa bikin kamu santai. Bisa ngobrolin pengalaman, info kerjaan, hobi dan tak lupa dalam obrolan kasih kalimat intimidasi atau info sesat biar peserta lain jadi ragu dan memutuskan mengundurkan diri dari interview. Sungguh bermanfaat kan.hahahaha *ketawa jahat
5. Pergilah ke kamar kecil. 
Bokerlah sebelum Boker itu dilarang. Ini penting jangan sampai kamu waktu diinterview malah ijin harus  ke kamar kecil atau mendadak kamu ngompol atau boker di celana tanpa sengaja karena saking tegangnya. 
Selain itu ketika di kamar kecil kamu sambil boker bisa latian buat interview. 
Tanya "Jadi pengalaman anda sebelumnya apa?"
Jawab "Erghh saya ahh Plung"*
Tanya "Lalu kenapa kamu melamar di pekerjaan dalam perusahaan ini?
Jawab "Karena Plung"*
Tanya "Baiklah, kamu mau minta gaji berapa?"
Jawab "Erghhh Broot breet plung plung ah legaaa"*
*suara khas ketika boker.
6. Baca buku. 
Membaca buku selain menambah ilmu pengetahuan juga sebagai langkah intimidasi bagi peserta lain. Biar mereka ngliatnya kamu itu seorang yang inTelek. Kalau kamu gak suka baca buku berat, maka ganti sampulmu dengan judul buku yang berat-berat, contoh kamu bawa komik dari rumah tapi sebelumnya kamu ganti sampulnya dengan "Memahami Politik Indonesia yang Berbelit-Belit." Pasti peserta lain jadi minder ngliat kamu.
7. Main game. 
Jika kamu gak suka ngobrol, baca, dan dengerin lagu maka mainlah game. Game itu bisa bikin nyantai suasana. Jika kamu termasuk golongan orang-orang baik hati maka bawalah TV dan Playstation ke ruangan itu sambil kamu dan temen-temenmu nunggu, kalian bisa ngegame rame-rame dulu.

Semoga dengan adanya 7 tips sesat ini tidak menyesatkan teman-teman ya. HahaHahahha *ketawa jahat.

Jumat, 09 Mei 2014

Omongan Sesat Gue Tentang Cinta


Malam ini gue mau ngomongin cinta. Walaupun sebenarnya sampai sekarang gue gak ngerti bener apa arti konkrit dari namanya cinta. Pengalaman tentang cinta pun gue merasa masih cupu. Gue ngalamin jomblo selama 19 tahun, gue ditolak cewek sebanyak 4 kali, pacaran pun baru 2 kali dan itupun yang satu putus karena diputusin. Tapi gue pengen ngegambarin apa itu cinta berdasar dari pengalaman gue selama 25 tahun hidup di dunia ini. Tapi gue pertegas bahwa cinta di sini adalah cinta antara muda mudi yang lagi kasmaran dan sedang pacaran. Bukan bermaksud membatasi, tapi cinta itu emang luas dan bermacam-macam.

Menurut gue,
Cinta itu muncul gak perlu butuh waktu lama, sedetik ataupun belum sampai sedetik kamu ngliat dia kamu langsung terpana dan ketagihan untuk menatap terus menerus.
Cinta itu ketika dia ngomong dan muncul bau tidak sedap dari mulut dia, kamu masih betah terus deket dia.
Cinta itu ketika kamu pengen ketemu dia tapi giliran mau ketemu malah malu buat ketemu.
Cinta itu ketika kamu bersama dia tanpa butuh omong panjang lebar kamu akan merasa nyaman. 
Cinta itu ketika dia view friendster, nge-like status facebook, retweet statusmu atau view activity pathmu, kamu bakal seneng kegirangan.
Cinta itu ketika kamu yang anak rock dan macho habis tiba-tiba ngikut dia suka dengerin musik melayu.
Cinta itu ketika kamu yang tadinya doyan ngelayap berubah jadi anak rumahan yang kuper agar bisa chatting dan smsan sama dia dengan nyaman di kamar kamu.
Cinta itu ketika kamu seneng banget majang foto dia di kamar, meja belajar atau wallpaper hp agar kamu dan orang lain bisa ngeliat betapa manisnya dia.
Cinta itu ketika kamu mau nggarukin hidung dia buat nyari upil yang mengganggu dia.
Cinta itu ketika kamu gak bisa tidur kalau enggak tau kabar dia.
Cinta itu ketika kamu gak doyan pedes tiba-tiba jadi doyan pedes agar bisa makan bareng dan keliatan keren di mata dia.
Cinta itu ketika kamu nekat belajar naik motor padahal kamu parno dengan namanya naik motor.
Cinta itu ketika dia lagi sibuk, tapi kamu berusaha nyari sejuta cara agar dia merhatiin kamu. 
Cinta itu ketika kamu cuma sakit pilek tapi jadi lebay di depan dia agar dia merhatiin.
Cinta itu ketika kamu selalu nyimpenin kenangan dari dia, kayak sobekan kertas nama kalian, bungkus permen, tiket nonton, apapun barang yang bisa ngingetin tentang dia.
Cinta itu ketika kamu ngrasa enak setiap masakan yang dia buat, padahal dia lagi belajar masak.
Cinta itu ketika kamu bahagia banget ketika dia ngucapin selamat pagi saat kamu bangun tidur.
Cinta itu ketika kamu bahagia saking bahagianya kamu bisa terbang ketika kamu diucapin kalimat "aku sayang kamu" dari dia.
Cinta itu ketika kamu sebel banget sama dia tapi langsung luluh ketika dia bilang maaf.
Cinta itu ketika kamu deket sama temen-temen cewek tapi berubah jadi jinak dekat dia agar hubungan kalian bisa langgeng.
Cinta itu ketika kamu selalu bangga sayang-sayangan sama dia di social media agar dunia tahu kalau kalian lagi kasmaran. 
Cinta itu ketika kamu lagi di bawah terik panas matahari tiba-tiba ngrasa adem ketika denger suara dia di telpon.
Cinta itu ketika kamu selalu bangga kepada dia walau sebuluk apapun dia.
Cinta itu ketika kamu mendengar nama dia disebut, kamu langsung sangat antusias sekali.
Cinta itu ketika kamu mendadak jadi suka ngeluh di depan dia agar dia merhatiin kamu.
Cinta itu ketika kamu ikut sedih ketika dia sedih.
Cinta itu ketika kamu cowok tapi gak malu didandani dia pakai bando atau hiasan cewek di depan dia.
Cinta itu ketika bawaannya pengen berduaan dan deketan dia terus gak kenal waktu dan tempat.
Cinta itu ketika kamu mau lari-lari jauh dengan dandanan aneh hanya biar dia tahu perjuanganmu.
Cinta itu ketika kamu rela jadi pesuruh dia asal dia ketawa senang.
Cinta itu ketika kamu pura-pura bodoh agar bisa ngeliatin dia berbicara panjang lebar buat jelasin sesuatu.
Cinta itu ketika kamu gak bisa masak tapi kamu nekat masak agar dia bisa ngrasain hasil jerih payah kamu.
Cinta itu ketika kamu selalu pengen ngasih sesuatu, yang penting dia selalu senyum.
Cinta itu ketika kamu selalu ngrayain banyak hal bersama, sampai tiap hari jadian selalu diperingati bersama dia.
Cinta itu ketika kamu seneng banget ngeliat dia tanpa make up.
Cinta itu ketika kamu rela nunggu lama dan nganter kemanapun saat dia belanja kesana kemari.
Cinta itu ketika kamu tidak malu dimintain tolong beli pembalut cewek di toko.
Cinta itu ketika kamu gak bisa ngliat cewek lain selain dia di tengah keramaian.
Cinta itu ketika kamu nyium bau kaki dia seperti nyium bau wangi kembang di taman.
Cinta itu ketika kamu tidak bisa bicara tidak ketika dia berbicara dan menatap manja di depan kamu.
Cinta itu ketika kamu rela anter jemput dia walau kamu lagi sibuk.
Cinta itu ketika kamu selalu gak bosen ngingetin dia buat jangan lupa makan dan sholat, padahal tanpa diingetin manusia pun akan tahu kewajibannya itu.
Cinta itu ketika dia dalam kesulitan kamu akan berusaha menolongnya.
Cinta itu ketika kamu pengen buat dia ketawa saat dia sedih.
Cinta itu ketika kamu ingin nyulik dia ke luar saat dia bosen di rumah.
Cinta itu ketika dia sedang ragu,dan kamu akan berjuang mati-matian buat dia yakin lagi. 
Cinta itu ketika kamu tidak noleh ke yang lebih baik karena kamu sejak awal sudah memilih dia jadi pacar kamu.
Cinta itu ketika kamu tidak rela cewek kamu digodain cowok lain, begitu juga sebaliknya.
Cinta itu ketika kamu rela bangun lebih pagi agar kamu bisa bangunin dia.
Cinta itu ketika kamu pagi buta datang ke rumah dia hanya buat ngasih sesuatu.
Cinta itu ketika kamu diejek dia macam-macam tapi kamu tetep tersenyum.
Cinta itu ketika kamu ngrasain sebel karena dia, ngerasain sedih karena dia, ngerasain kecewa karena dia, ngrasain bosen dan jenuh karena dia, tapi kamu gak punya alasan buat berpisah dari dia.
Cinta itu ketika mau setia nunggu ketika dia pergi jauh untuk waktu yang lama.
Cinta itu ketika kamu mencium bau keringet dia seperti nyium bau parfum yang wangi.
Cinta itu ketika kamu tidak peduli kata orang tentang kejelekan dia.
Cinta itu ketika kamu bahagia tahu pasanganmu merjuangin kamu ke semua orang.
Cinta itu ketika kamu gak butuh alasan apa-apa untuk menolak buat nrima permohonan maaf dia.
Cinta itu ketika gak ketemu sehari sudah kayak gak ketemu seminggu.
Cinta itu ketika kamu rela sebel-sebelan, jutek-jutekan, marah-marahan sama dia asal kamu dan dia bisa bersama terus.
Cinta itu ketika kamu selalu bisa nerima kekurangan dan kelebihan dia.
Cinta itu ketika kamu bisa deket dengan keluarga dia dan seneng ketika ngliat dia juga deket dengan keluarga kamu. 
Cinta itu ketika kamu senang merangkai mimpi bersama dia walau masa depan itu tidak ada yang tahu.

Gue itu masih bodoh soal cinta-cintaan. Gue pun sampai sekarang masih belum ngerti bener wanita. Tapi gue berusaha ngegambarin cinta versi gue berdasar apa yang gue alami dan rasain. Iya cinta memang gak butuh alasan tapi menggambarkan cinta itu gak akan ada habisnya. Cinta itu simple dan muncul dari hal yang dianggap remeh, gak perlu harus membuat 1000 candi atau membelikan dia emas berlian. 
Cinta itu juga belajar tentang ikhlas memberi dan menerima. Walau kamu dan dia banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, kalian pasti tahu itu dan tetap mau bertahan. Karena masalahnya bukan sempurna atau enggaknya tapi gimana kita nerima ketidaksempurnaan itu dari orang yang kita sayangi.

Rabu, 07 Mei 2014

Omongan Sesat Gue tentang Jodoh dan Karir


Banyak orang bilang kalau karir sukses jodoh akan mengikuti begitu aja. Siapa sih cewek yang gak mau punya cowok mapan? Siapa sih yang gak suka tiap hari keinginannya terpenuhi? Cewek mana yang menolak kalau diajak menikah cowok yang udah punya rumah gedongan?
Sepertinya enggak akan ada yang menolak dengan adanya tawaran seperti itu.
Dengan adanya beberapa hal tadi banyak orang yang menganjurkan untuk mementingkan karir terlebih dahulu baru kemudian jodoh menjadi masalah yang kesekian.
Karir sukses, jodoh mengikuti, hidup kemudian bahagia. Sehingga banyak yang berpendapat karier jadi prioritas, sedangkan soal perasaan dan jodoh itu bisa belakangan.

Apakah benar begitu?
Menurut gue gak gitu juga. Jodoh itu mengenai perasaan. Dan namanya perasaan itu gak bisa ditahan, gak kenal waktu, gak memandang apapun dan siapapun kalian.
Jodoh itu tidak semudah ketika kita membeli  barang di toko. Yang asal pantes dipakai kemudian dibeli, dan ketika sudah jelek kemudian dibuang gitu aja.
Jodoh juga tidak mengenal usia, waktu SD aja sekarang ini udah banyak yang namanya mengenal suka-sukaan. Itu baru SD yang notabene masih anak kecil penuh ingus yang kemana-kemana, bagaimana dengan yang udah tua punya rambut dimana-mana. 
Jodoh juga tidak mengenal waktu dimana ketika kamu waktu TK udah bertemu jodoh saat main ayunan bareng atau ketika jadi kakek baru nemuin si nenek pujaan hati.
Bahkan sekarang ini jodoh tidak memandang jenis kelamin, cowok sama cowok, cewek sama cewek, tapi kalau yang ini gue gak bisa komentar apa-apa.
Jodoh juga tidak mengenal derajat, karena orang kaya maka boleh cinta-cintaan. Dan kemudian sebaliknya jika kalian jadi orang miskin, maka dilarang jatuh cinta karena kagak punya apa-apa. Itu tidak munkin.
Sehingga menurut gue seperti yang judul lagu Agnes Monica yang "Tidak Ada Logika," maka jodoh pun begitu, tidak mengenal logika.

Lalu bagaimana dengan karir?
Karir itu penting. Siapa sih yang gak mau hidup mapan? karir bagus tentunya hidup mapan. Bisa beli rumah yang mirip istana, mobil ferrari, makanan mahal dengan kuantitas sedikit dan lain-lain. Orang mapan itu identik dengan hidup yang serba wah. Dan orang mapan itu pasti ceweknya cantik-cantik. Liat aja orang kaya baru, pasti dikerubungin cewek-cewek. Ingin cewek-cewek cantik ngliat kamu, jadilah orang kaya. Bener enggak?

Tapi menurut gue, malah beruntung sekali pasangan yang sudah bersatu ketika semuanya dimulai dari nol. 
Minjem kata-kata Shinichi Kudo di Detektif Conan,"Nol adalah awal dari segala kemungkinan, karena tak mungkin bisa meraih apapun kalau tidak berangkat dari nol"
Gue setuju dengan kalimat itu, dihubungin dengan jodoh, ketika kita bersama dengan orang yang kita sayangi dari nol, gue yakin pada akhirnya hidup akan lebih mudah dilalui bersama. Mengapa? karena ketika dimulai dari nol itu adalah sebuah langkah awal dimana banyak halangan rintangan yang pasti menghadang untuk melangkah ke angka berikutnya, nol itu juga penuh ketidakpastian mau bergerak secepat apa ke angka selanjutnya itu tergantung pelakunya, sehingga pasangan yang bisa bertahan dari nol sampai akhir itu lebih tahan banting dibanding pasangan yang nemu jodoh ketika karirnya sudah di atas, misalnya ketika si cewek deketi cowok yang kaya. Ya dia tertarik karena si cowok itu saat sudah mapan dan kaya, dia gak tahu bagaimana si cowok jatuh bangun buat mencapai dimana posisi mapan yang sekarang dia capai. Si cewek belum teruji dengan tantangan dan halangan yang muncul saat memulai dari nol tadi. 
Lalu misal si cowok mendadak kena masalah dan miskin apakah si cewek masih setia mendampingi dia? Gue gak yakin semua bakal baik-baik aja kemudian. 
Bayangin aja biasanya makan sudah tersedia semua tiba-tiba piring di meja kosong, yang terjadi piringpun pecah beterbangan.
Bayangin aja biasanya tiap weekend nonton film action di bioskop, yang terjadi kemudian mraktekin itu film action di rumah. 
Maka menurut gue, akan lebih kuat pasangan yang berangkat dari nol sampai berumah tangga daripada pasangan yang yang taunya semuanya sudah ada kemudian bertemu dan berumah tangga. Tapi bukan berarti pasangan yang bertemu saat mapan itu tidak sukses dalam jodoh, ada kok yang sampai kakek nenek bisa bertahan. Tapi menurut gue hubungannya lebih sehat ketika yang bersama mulai dari nol daripada yang instant.
Karena menurut gue hubungan yang baik itu adalah dimana kita bersama mendaki gunung daripada salah satu hanya menunggu di puncak gunung.

Lalu apakah jadinya? karir dulu apa jodoh dulu ni?
Menurut gue, karir dan jodoh sama bagusnya. Tapi dengan memprioritasin salah satu dari itu, gue rasa gue gak setuju. Karena jodoh itu mengenai perasaan yang gak bisa ditunggu atau ditahan. Gak perlu harus nunggu karir itu sukses tapi ketika kamu udah nemuin pasangan yang kamu anggap baik maka, berjuanglah dan pertahanin dia. 
Ada lho yang ninggalin orang yang udah setia bersama dia, demi memilih orang yang lebih mapan. Padahal belum tentu pasangan yang kita pilih itu lebih baik dari yang kita tinggalin. Belum tentu orang baru tersebut bisa menerima keadaan ketika kamu masih belum jadi apa-apa. Belum tentu orang itu mengerti keadaan kita sebelumnya. Sehingga ketika tau historynya kemudian kaget dan hubungannya menjadi tidak sehat. Ada.

Beruntunglah kamu yang sekarang sedang berjuang dan masih ada yang setia mendukung dan menyemangati kamu.

Akan ada suatu masa ketika kemapanan dan kekayaan itu gak ada artinya lagi. Ketika kamu sudah gak butuhin mobil, rumah, dan perhiasan yang kamu pakai. Itu saat kamu udah tua, kamu lagi terbaring lemas, dan kamu baru sadar bahwa saat itu kamu pengen deket dengan orang yang kamu sayangi dan orang yang nyayangi kamu. Kamu akan sadar bahwa harta itu tidak bisa membeli yang namanya cinta. Harta hanya bersifat materiil. Beda dengan cinta, dia memang tidak terlihat, tapi dengan cinta kamu bisa mewujudkan apa saja yang kamu mau. 
Terus mencari pasangan yang terbaik itu bagus tapi itu sangat aneh ketika sebenarnya kamu sudah ada pasangan di dekatmu. Kamu terus mencari dimana kamu sebenarnya sudah memiliki. Manusia itu tidak sempurna dan banyak kekurangan. Bagaimana perasaan kamu ketika sudah bersama seseorang tapi orang itu gak anggep kamu dan lebih mencari orang yang lebih mapan? Buat apa mencari kalau sebenarnya jodohmu ada di dekatmu selama ini.
Kaya ataupun mapan belum jadi jaminan hidupnya bakal bahagia, karena di balik datangnya kekayaan itu juga datang dengan segala konsekuensi yang mengikutinya. Waktu yang sibuk, tanggung jawab yang lebih besar, godaan yang menggiurkan. 
Kamu akan sadar hal ini semua saat kamu tau apa yang namanya keluarga.

Lagian bukankah lebih enak berjuang bersama orang yang selama ini menyayangi dan merhatiin kamu. Jagalah pasanganmu sekarang  siapa tau itu orang yang memang selama ini kamu cari.

Ya kalau omongan gue dianggap sesat jangan dihiraukan tapi kalau ada manfaat baik yang bisa diambil, gue bersyukur. Semoga bermanfaat dan membuka mata kalian.


Selasa, 06 Mei 2014

Eko dan Kisah Cintanya

Gue punya cerita. Cerita ini bukan didapat dari eyang gue. Eyang gue gak pernah lebih tepatnya gak bisa ngasih cerita dongeng sebelum gue tidur. Karena ketika gue beranjak gede, beliau sudah bahagia di sana :)

Cerita ini gue dapet saat gue lagi bertapa di WC, jongkok bukan duduk. Kalian semua pasti pernah ngrasain sensasinya. Waktu yang tepat buat merenung dan mencari inspirasi ya menurut gue saat jongkok di WC. Guru SMP gue pernah bilang ke murid-muridnya, ketika hidup jangan hanya menikmati saat memasukkan tapi juga saat mengeluarkan harus dinikmati. Maksud beliau ya tidak hanya menikmati saat makan saja, tapi saat-saat buang air besar dan kecil juga harus dinikmati. Gue anggap kalimat tersebut saat itu sebagai angin lalu saja, tapi makin ke sini makin dewasa ngerti macam-macam kok kalimat itu banyak artinya, bisa positif bisa negatif. Tapi tergantung persepsi orang yang mendengarnya sih menurut gue. hehe.
Nah, lanjut ke cerita gue.


Tersebutlah di suatu desa, ada seorang anak ganteng, sebut saja namanya Eko. Dia anak dari saudagar kaya, namanya Lord Kumar. Lord Kumar orang yang sangat kaya raya, dia punya istri cantik namanya Lady Die. Saking kaya rayanya tinggal ngedipin mata aja makanan sudah bakal tersedia di depan matanya. Karena dia sering ngedipin mata baik sengaja maupun tanpa sengaja maka rumahnya penuh lautan makanan. Lord Kumar memiliki pembantu 111 orang, semua tinggal di rumahnya. Sehingga di situ terbagi ada RT, RW, dan kelurahannya sendiri-sendiri. Bahkan ketika pemilu kemarin, mereka ada TPS khusus di dalam rumah dan punya perwakilan caleg tersendiri.
Sejak kecil Eko adalah orang yang sangat dimanja keluarganya. Apa-apa yang dia minta selalu dituruti orangtuanya. Seperti ketika masih kecil, temen-temennya masih mainan pesawat-pesawatan dari kertas, dia sudah main pesawat RC. Begitu juga soal makanan, temennya nasi aking dia nasi padang sendiri. Ya hidupnya begitu nyaman saat itu karena apa-apa terpenuhi.
Karena didikan orangtuanya sejak kecil, walau kaya raya si Eko ini tidak sombong, malahan bisa dibilang Eko anak yang baik hati, tidak sombong,  dan kaya raya. 

Sempurna kan? ternyata tidak. Berikut ceritanya.

Suatu hari ketika dia jalan-jalan ditemani 14 bodyguardnya, dia melihat seorang cewek cantik lewat di depannya dengan gemulai. Tubuh langsing, kaki jenjang, kulit putih, rambut panjang tapi panunya dimana-mana. Eko tersepona.
Eko dan 14 bodyguardnya pun mengikuti kemana cewek itu pergi. Bayangin aja 15 orang sembunyi-sembunyi ngikutin 1 orang.Hmmm...
Dari cewek itu makan di warung,  belanja di toko, masuk ke WC umum, mereka selalu ikuti.

Anak buahnya bertanya," Bos kenapa sih enggak diajak kenalan aja daripada kita capek ngikutin mulu?"
Eko bersabda ,"Jangan, aku malu, bagaimana nanti kalau dia gak mau kenalan?"
Anak buahnya bertanya lagi,"Tapi kalau kayak gini gak maju maju bos. Atau saya bantu ngenalin."
Eko bersabda lagi,"Jangan, aku takut, bagaimana kalau dia marah?"
Anak buahnya hanya diam saja. 

Akhirnya mereka tetap mengikuti kemana cewek itu pergi. 
Sampai suatu saat, ketika di jalan si cewek jatuh. Dia terjatuh dan meringis kesakitan memegang kakinya.
Melihat itu Eko ingin menolongnya, tapi dia ragu. Ketika 14 bodyguardnya juga ingin menolong, Eko mencegahnya. Dia mempertimbangkan dulu baik buruknya. Dia malu dan takut untuk menolong dan mendekati cewek itu.
Beberapa saat kemudian, ada seorang cowok yang biasa saja mendekati si cewek. Dia kemudian menolongnya. Sedetik kemudian, mereka pun jadian dan menikah hidup bahagia.
Eko pun terpana melihatnya. Karena dia ragu-ragu dan terserang rasa takut terus menerus, dia akhirnya tidak maju-maju untuk menolong cewek itu. Dan alhasil cewek pujaannya direbut cowok lain.

Itulah ketika kita hidup selalu dipenuhi rasa kekhawatiran dan penuh keraguan. Tujuan yang sudah di depan mata pun akan menghilang begitu saja, tanpa pamit. Di depan itu penuh misteri dan gelap, tapi daripada kita ragu-ragu lebih baik kita segera melangkah ke depan. Ketika kita berani melangkah ke depan semua misteri dan sumber keraguan itu akan segera terjawab.
Begitu mengharukan kan *siapin tisu

Minggu, 04 Mei 2014

Belajar Naik Sepeda Motor, Belajar tentang Hidup

Saat gue lagi jongkok di WC. Gue merenungkan tentang banyak hal. Selain sebagai sumber kenikmatan buat boker ya saat di WC adalah saat dimana gue dapat yang namanya sumber inspiratif. Di WC gue bisa ngrenungin hidup, mengingat apa yang sudah gue lalui, memikirkan bagaimana esok, atau mencari ide-ide nakal. Jadi jangan salah, nunggu gue di WC bisa berabad-abad lamanya. Terkadang ketika gue keluar dari WC, orang rumah gak mengenal gue lagi karena gue sudah penuh uban dan jenggotan.
Lamunan gue hari ini, terlempar ke masa saat gue belajar nyepeda motor. Gue rasa gue anak yang spesial, di saat anak anak lain ketika Playgroup udah bisa naik sepeda, gue masih bonceng. Ketika SD temen-temen sudah pada pake motor, gue baru belajar yang namanya pake sepeda roda 4.


Percaya apa enggak, gue baru bisa naik sepeda motor saat SMA. Istimewa kan. 
Jujur gue takut sekali dengan yang namanya naik motor saat itu. Karna sejak bayi gue hobi yang namanya baca berita di koran dan ngliat TV, gue  akrab dengan brita kecelakaan yang diakibatkan dan melibatkan sepeda motor. Gue takut bagaimana nasib gue ketika gue pake motor. Bagaimana andai? gimana kalau nanti? Bagaimana jika? Nah gue begitu terhantui dengan pertanyaan-pertanyaan absurd seperti itu. Padahal saat itu gue udah dibeliin sepeda motor, akhirnya karena gak dipakai-pakai sepeda motor itu teronggok di dalam rumah sampai lumutan dan berdebu. Suatu saat bapak gue masuk rumah kaget karena ngliat di dalam rumah ada seonggok benda yang penuh lumut dan tumbuhan liar yang menjalar. Setelah ditelusuri ternyata itu sepeda motor gue. Alhasil gue dimarahin bapak karena gak ngerawat itu sepeda motor. Gue pun mulai bersihin sepeda motor itu dari lumut dan tumbuhan liar, tiap hari gue belajar dari yang namanya ngidupin itu motor, bunyiin klakson, terus ke tahap manasin mesin motor.
Tapi tetep aja gue ngeri buat naikin itu motor. Sampai suatu ketika gue mengenal seorang cewek, gue SMA dan dia masih SMP. Gue kenal dia dari  temen. Manis sih rada keJepang-Jepangan gitu, karena saat itu lagi demennya dengan semua yang berhubungan dengan Jepang, gue langsung nyungsep deh saat pandangan pertama. Setelah mulai kenal deket, berawal dari sms-an dan ketemu bareng temen-temen, tiba dimana saat gue pengen main ke rumahnya. Karena gue belum bisa naik motor, alhasil gue selalu ngajak temen gue ke sana. Misal si A gak bisa nganter, minta tolong si B, kalau si B gak bisa, minta tolong si C, begitu seterusnya sampai berbulan-bulan lamanya. Hingga suatu saat ketika lagi bertiga, temen gue keceplosan ngomong kalau gue belum bisa naik motor. Jegeeeeeer!! Malu bangeeeet saat itu. Dia ketawa mengejek. Secara anak SMA, ganteng, pintar dan berwibawa tapi belum bisa naik motor. Gue akhirnya malu dan ngilang untuk beberapa saat lamanya dari cewek itu, mengasingkan diri dari dunia luar.
Dalam pengasingan itu gue bertapa. Dalam pertapaan itu muncul kakek-kakek. Dia menyarankan buat gue belajar motor atau kalau gak cewek yang kamu kejar akan tidak bisa kamu dapatkan. Mulai saat itu tanpa malu gue pun belajar yang namanya naik sepeda motor. 
Dimulai dari muter gang deket rumah terus makin jauh ke antar kota antar  provinsi. Biasalah namanya naik motor kayak gitu. Gue belum sempurna yang namanya mainin gas, ketika naik motor badan gue kaku kayak batu, gue juga pernah nabrak batu yang nyata-nyata dia diem tak bersalah, gue juga pernah atraksi naik motor dengan ngangkat naik itu motor bak pembalap padahal sih gak sengaja dan gue takut sendiri waktu itu, gue juga diliatin orang sekampung karena melihat gaya aneh gue naik motor. Tapi gue gak nyerah gitu aja, gue berusaha, terus berusaha, dan tetap berusaha. 
Berabad-abad kemudian, gue akhirnya bisa naik motor. Gue sudah gagah kalau main ke rumah cewek. Dan itu baru bisa gue lakuin saat gue SMA.
Sekarang gue mikir, kalau dulu gue nurutin ketakutan gue apa jadinya gue sekarang. Kalau gue tetep kayak dulu gue bakal gak tahu yang namanya zebra cross, ruang tunggu sepeda, atau traffic light. Gue gak bisa mengelilingi dunia atau boncengin cewek yang gue suka kalau gue gak bisa naik motor. Begitulah hidup, kita gak bisa berkembang jika kita hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran. Wajar jika muncul ketakutan dengan yang namanya masa depan atau hari esok, wajar banyak pertanyaan mengenai besok bakal gimana, wajar jika kita ragu-ragu. Tapi jangan sampai semua itu menghantui hidup kalian. Sungguh menderita kalau kalian hidup dalam ketakutan dan penuh beban. Hidup ini hanya sekali, maka syukuri yang ada sekarang, nikmati hari ini, dan berusaha untuk esok yang lebih baik. Biarkan pertanyaan yang muncul itu sebagai kumpulan misteri, jawablah dengan proses yang dilakukan mulai sekarang, dan jangan lupa untuk menikmati proses itu. Gue yakin masa depan akan selalu indah tergantung bagaimana proses kita merangkai mimpi masa depan kita.
Seperti ketika gue naik motor, apakah setelah lancar naik motor gue bakal mulus aja? Enggak, gue pernah kecelakaan, jatuh dari motor, nabrak dan itu semua membuat gue terluka. Tapi apa iya karena itu semua, gue harus berhenti naik motor? Enggak. Entah nantinya bagaimana nasib gue dengan motor gue tapi itu gak menghentikan langkah gue buat naik sepeda motor. Gue percaya takdir itu sudah ada yang menentukan, sekarang kita hanya bisa berusaha sebaik-baiknya. Jangan dipikirkan tapi jalani.


Jumat, 02 Mei 2014

Bukan Winantoko

Mengingat hari ini 2 Mei merupakan hari pendidikan nasional, gue jadi inget guru-guru dari gue TK sampai SMA. Ya bagaimanapun jadinya bentuk gue sekarang, gue sangat bersyukur pernah dibimbing oleh guru-guru gue.Tugas guru emang menurut gue sangat menantang, berbagi ilmu dengan murid-murid yang notabene berbeda-beda latar belakang, beda-beda kesenangan,  beda potensi, beda tingkat kebandelan dan beda tingkat menerima asupan ilmu. Jadi guru emang harus punya kesabaran tingkat tinggi. Kalau tidak sabar bagaimana bakal bisa ngehadapi murid-murid yang petakilan dan superduperaktif.

Ini foto saat gue SD. Bibit kegantengan gue sudah ada sejak kecil :)

Ada yang bilang guru adalah orangtua kita di sekolah. Ya gue rasa emang benar. Gue punya cerita yang nunjukin mereka emang kayak orang tua kita. Ceritanya saat SD, seperti biasa saat masuk kelas dan mau mulai pelajaran guru gue mengabsen murid-muridnya. Satu per satu teman-temanku dipanggil namanya kemudian yang namanya disebut mengangkat tangan, tanda kehadirannya. 

"David Beckham"kata Pak Guru.
"Siap.."
Temen gue ngacungin kakinya sambil gocek bola ke sana sini.
"Mike Tyson"kata Pak Guru.
"Hadir.."
Temen gue yang lain ngacungin kepalan tinjunya.
"Ade Rai"kata Pak Guru.
"Yap.."
Temen gue yang ini angkat tangan sambil nunjukin otot tangannya.
"Arnold Schwarzenegger"kata Pak Guru.
"Hmmm.."
Temen gue angkat tangan sambil tangan sebelahnya nunjukin senjata mainannya.
"Didik Nini Thowok"kata Pak Guru.
"Iyaaa pak guru..."
Temen gue yang ini angkat tangan dengan gemulainya terus menari.

Sampai kemudian guru gue nyebut sebuah nama,"Aditya Winantoko." Beberapa kali nama itu disebut guru gue dan gak ada yang ngangkat tangan atau merespon panggilan itu. Dalam batin gue siapa ni anak, namanya mirip gue cuma beda Taka dan Toko. Karena gue gak merasa punya nama Winantoko ya gue diem aja. Akhirnya guru gue ngelanjutin ke nyebut ke nama-nama temen gue yang lain. Satu per satu dipanggil sampai habis. Kemudian gue celingukan kok nama gue gak dipanggil, guru gue kemudian tanya siapa yang namanya belum dipanggil. Gue pun mengangkat tangan.

"Siapa nama kamu" tanya guru gue.
"Aditya Winantaka pak" kata gue.
"Mhmmm..ow kamu Aditya Winantoko ya, saya kira kamu gak hadir" kata guru gue sambil ngeliatin catatannya.
"Aditya Winantaka pak" kata gue lagi.
"Ya anak-anak pelajaran kita mulai" kata pak guru. Entah guru gue denger omongan gue enggak.

Pelajaran pun dimulai.

Gue kira kisah kasih Winantoko bakal berakhir sudah. Tapi kenyataannya ketika gue ngikutin pelajaran lain, gue selalu dapat panggilan sama. Dan ketika gue bersikeras nama gue Aditya Winantaka mesti didiemin, pernah guru gue yang lain bilang kalau lebih bagus Winantoko daripada Winantaka. Gue pun ngalah dan menyandang nama Aditya Winantoko.

Saat gue SD, sama pihak sekolah gue diminta mewakili sekolah untuk mengikuti lomba-lomba lukis. Mereka yang daftar dan gue tinggal berangkat. Walau gak pernah juara sih.hehe tapi lumayan dapat piagam dan itu nama gue di piagam, Aditya Winantoko.
Ini di raport gue namanya Aditya Winantoko.

Jadi selama gue menjalani kisah kasih di SD, gue punya nama baru yaitu Aditya Winantoko. Ini hanya berlangsung saat SD dan untung saja saat ijasah gue keluar nama gue kembali jadi Aditya Winantaka. Setelah lama gue sadari, gue anggap guru-guru gue itu ngasih nama Aditya Winantoko itu sebagai nama kesayangan mereka buat gue. Ya nunjukin rasa sayang mereka ke kita. Sugesti. Guru gue emang orang tua gue di sekolah. 

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga kualitas guru dan mutu pendidikan di Indonesia semakin lebih baik lagi :)



Kamis, 01 Mei 2014

LakilakiGalauthropus : Tips Buat yang Baru Diserang Cemburu


Cemburu..Hmmm kenapa kata itu harus tercipta di muka bumi ini. Gue yakin baik jomblo atau Longers semuanya pernah ngrasain yang namanya cemburu ini. Bagi jomblo, sakit rasanya ketika gebetan yang lagi diincer malah deket sama orang lain. Parahnya kalau ternyata deket sama temen sendiri yang dikenal. Ojo bunuh diri lho mblo...
Bagi longers, yang jauh ditinggal pacar di ujung dunia sono, cemburu itu menderita. Udah jarak jauhan ditambah cemburu. Bunuh diri aja...
Ada alasan yang banyak buat cemburu tapi juga ada sekelumit alasan untuk tidak cemburu. Gue punya cerita dari pengalaman diri tentang yang namanya cemburu. Ini terjadi saat gue ngalami yang namanya pacaran untuk pertama kali seumur hidup gue. Betapa indahnya kan ketika awal pacaran gitu. Seperti ketika lagi di Gurun Sahara, sendirian berjalan lama dan sangat sangat kehausan dan tiba-tiba kita nemu segelas es Choco Banana. Langsung segera disantap. Begitulah gue ketika awal pacaran, gak pernah ngrasain indahnya pacaran dan sekalinya ngrasain, gak mau ngelepas gitu aja. Yah gue benar-benar merasakan kebahagiaan saat itu dan pengen jaga rasa itu. Tapi yang terjadi kemudian gue berkembang menjadi over protect dan pencemburu.  Gue cemburu ketika tahu ada yang dekati dia saat gue udah jadi pacar dia, gue cemburu saat gue tahu dia pergi main dan di situ ada cowoknya, gue  cemburu ketika dia smsan atau telponan dengan cowok lain, gue cemburu dengan semua hal. Alhasil bagai sabun basah yang semakin dipegang erat semakin dia akan tergelincir dari pegangan, begitulah cerita pacaran pertama gue. Sayang sekali memang dalam pacaran gak ada yang namanya uji coba atau trial, yasudah berakhir sudah. Tragis...

Dengan adanya kejadian tersebut membuat gue belajar akan sesuatu, belajar yang namanya menjaga komitmen, setia,  dan kepercayaan. Sekarang gue sudah membuka lembaran baru dengan pacar baru. Kebetulan gue gak salah pilih sampai detik ini, karena orangnya mengerti dan bisa memahami gue yang baru belajar yang namanya pacaran, tapi ya itu akhirnya sama dia nama cuppu disematkan ke gue. Sedikit demi sedikit gue belajar memahami dan mengerti seperti apa pacaran dan yang namanya wanita itu. Gue sudah terus terang ke dia kalau gue punya history pencemburu dan sejenisnya, tapi ternyata dia gak masalah dengan hal tersebut. Dan emang dalam perjalanannya, dia membantu gue untuk bisa belajar dan dia berhasil menumbuhkan yang namanya kepercayaan dengan dia bisa menjaga perasaan gue. Sampai kemudian negara api menyerang dan membuat kami berpisah jarak. Emang sulit pacaran jarak jauh, banyak yang gagal tapi tidak sedikit juga yang berhasil mengatasinya. Banyak rintangan yang menghadang. Dan rasa cemburu juga merupakan salah satu halangan rintangannya.  Gak dipungkiri kadang gue  juga ngrasa cemburu, yang bikin gue cemburu biasanya cemburu saat di sosmed ada yang godain dia, atau ketika gue tahu ada yang deketin dia langsung atau tiba-tiba dia ilang gak ada kabar yang bikin gue menduga-duga macam-macam. Tapi, tentunya gue kali ini gak mau kalah dengan namanya rasa cemburu, karena gue bener-bener ingin menjaga hubungan sama pacar gue. Gue pengen pacar gue ngrasa nyaman dan bahagia di dekat gue.

Nah, ada beberapa cara yang gue lakuin ketika rasa cemburu nyerang gue. Ini beberapa obat yang gue tawarin:
1. Inget-inget dengan komitmen yang pernah dibuat. Gue akan kembali nostalgia saat gue awal pacaran. Inget dengan moment-moment indah bersama. Walau kita pacarannya nyantai terkadang kita ngobrolin hal yang serius. Nah, saat serius gitu kita pernah ngobrolin tentang hari esok, itulah yang gue pegang sampai sekarang. Komitmen yang dibuat ini yang kemudian membuat kepercayaan juga tumbuh. Saat ngobrol serius gue pernah juga jujur tentang semua keburukan gue dan dia bisa menerima. Itu yang bikin gue bahagia, dia bisa nerima apa adanya gue. Makanya gue juga harus bisa gitu. Gue berusaha nerima apa adanya dia juga.
2. Nyari kesibukan yang positif. Nah, biasanya gue jadi sok sibuk biar lupa. Itung-itung malah sok sibuk yang menghasilkan. Walaupun emang jujur kadang bayangan cemburu menyerang juga saat gue sok sibuk. Seperti saat gue diminta tolong ponakan gue buat gambar rumah dan halaman yang indah, tiba-tiba bayangan cemburu menyerang, dan ketika kelar gambar, bukannya gambar halaman dan rumah tapi jadinya kuburan plus pocong-pocongnya. Absurd, abaikan...
3. Beribadah. Ketika gue cemburu segera gue ambil air wudhu dan sholat tentunya saat waktunya buat sholat. Mendekatkan diri kepada Tuhan memang menyejukkan. Berdoa memang merupakan cara ampuh. Berdoa untuk supaya yang deketin pacar gue, tertimpa sial seumur hidup. amiiin..
4. Dengerin musik. Menyugesti diri sendiri dengan musik merupakan hal yang sering gue lakuin, tentunya dengerin lagu yang isinya tentang semangat dan muatan positif. Ketika gue cemburu dan sedih gue menghindari lagu yang bikin galau karena gue takut tiba-tiba gue khilaf dan bunuh diri.
5. Curhat dengan orang yang benar. Ini bisa dicoba tapi jaraaaang banget gue lakuin. Takut aja malah dikompor-komporin, karena jujur gue ngrasa yang ngerti gue ya gue sendiri, yang ngerti pacar gue ya pacarnya, dan yang ngalami pacaran ya gue sama pacar gue. Tapi kalau yang kalian biasa dengan curhat, bolehlah. Karena memang beban itu akan terasa ringan ketika bisa dibagi dengan orang lain. Tapi ya itu curhatlah dengan benar dan dengan orang yang tepat.
6. Jalan. Biasanya cemburu itu bikin penat. Kalau udah gini, gue biasanya jalan dan main sama temen-temen. Cukup bisa membuat lupa dengan cemburu. Walaupun mungkin setelah sepulang dari jalan atau main, gue bakal inget lagi. arghhhhh...
7. Terbuka dan komunikasi dengan pacar baik-baik. Gak ada salahnya dikomunikasikan dan diklarifikasi baik-baik. Biasanya kalau gue cemburu gue ngomong sama pacar gue. Dan pacar gue pengertian orangnya, dia menjaga perasaan gue dan menentramkan hati. Ketika gue kepanasan api cemburu dia dengan sigap ngipasin biar adem lagi. Jadi gak ada salahnya dikomunikasikan baik-baik dengan pacar, karena komunikasi itu cara ampuh untuk menjaga hubungan pacaran.
8. Sewa detektif. Kalau penasaran dan pengen pacar lu gak tahu yang lagi kamu rasain, sewa aja Detektif  buat ngawasi dan ngikutin kemana aja pacar lu. Inget jangan sewa detektif yang lebih ganteng dari lu, siapa tahu malah pacar lu kesengsem sama itu detektif.
9. Samperin orang yang buat cemburu. Kalau berani, ya langsung aja klarifikasi sama si tersangka. Tapi tentunya dengan dengan baik-baik. Ketika nyamperin tersangka jangan bawa orang sekompi, yang ada malah bakal ada Perang Dunia kesekian.
10. Positive Thinking. Berpikiran postif itu perlu. Ketika tahu ada yang deketin dia, berpikirlah positif. Belum tentu pacar lu senang dengan orang itu, belum tentu itu mau deketin tapi cuma temenan, dan kalau pacar lu ilang gak ada kabar mungkin dia lagi sibuk bukan jalan sama orang lain. Ingetin diri sendiri betapa beruntungnya lu sudah jadi pacar dia sampai sekarang.

Dan terakhir, menurut gue adanya rasa cemburu itu  wajar. Karena cemburu terlahir akan adanya rasa memiliki. Rasa memiliki itu hadir alami sepanjang perjalanan waktu pacaran. Ketika rasa memiliki itu tumbuh biasanya dibarengi dengan rasa untuk menjaga dan pengen pasangannya bahagia di dekat dia.
Bagi sebagian pasangan bahkan ada lho yang cemburu itu bisa dibuat seru-seruan yang bikin malah tambah awet pacaran mereka. Jadi tergantung menyikapi rasa cemburu itu sendiri. Jika sudah ada rasa pengertian yang terjalin, ya bakal enak-enak aja ngejalaninnya.
Cemburulah sewajarnya jangan sampai cemburu buta. Karena yang namanya dicemburuin dan dicurigain itu tidak enak. Mau pacarnya gak nyaman karena dicemburui buta? Mau pacarnya lari karena lu cemburuan? Sabar dan tabahlah.